A. MANUSIA
Manusia dalam ilm eksakta terdiri dari
partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki
oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari system fisik yang
saling terkait sat sama lain dan merupakan kumpulan dari energy (ilmu fisika),
manusia merupakan mahluk biologis yang termasuk dalam golongan mahluk mamalia
(biologi).
Dalam ilmu social, manusia merupakan mahluk yang ingin
memperoleh keuntungan atau memperhitungkan setiap kegiatan yang disebut homo
econimicus (ilmu ekonomi), yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi),
mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yg berbudaya
atau homo humanus (filsafat) dan sebagainya.
B. HAKEKAT
MANUSIA
1. Mahluk
ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwasebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh
adalah materi yang dapat dirasa, diraba dan dilihat, wujudnya konkrit tapi
tidak abadi. Jiwa berada di dalam tubuh, wujudnya tidak konkrit, tidak bisa di
raba, tidak bisa dilihat, sifatnya abstrak namun abadi. Jika manusia meninggal
rohnya akan kembali ke Tuhan dan tidak dapat hancur.
2. Mahluk
ciptaan yang paling sempurna
Kesempurnaannya
terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi dengan akal,
perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio)
manusia mampu menciptakan ilmu dan teknologi. Selanjutnya dengan adanya
perasaan, manusia dapt menciptakan seni. Daya rasa (perasaan) dalam diri
manusia ada dua macam yauitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.
Perasaan
inderawi adalah rangsana jasmani melalui pancaindera, tingkatnya rendah, ada
pada manusia atau hewan. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada
pada manusia, diantaranya:
a.
Perasaan
intelektual
b.
Perasaan
estetis
c.
Perasaan
etis
d.
Perasaan
diri
e.
Perasaan
social
f.
Perasaan
religious
3. Mahluk
biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia
adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan
budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi
anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika,
biodemografi, evolusi biologisnya, dan lain-lain.
4. Ciptaan
Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat
karena kemampuan bekerja dan berkarya
Hidup manusia
mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religious. Dengan kehidupan
estetis manusia dapat menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan
dan mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian dan nyanyian yang
indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan
manusiawi dalam bentuk-betuk keputusan bebas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.
C. KEBUDAYAAN
BANGSA TIMUR
Bangsa timur adalah suatu
bangsa yg cukup menjunjung tinggi norma kesopanan, dengan adanya suatu nilai
kesopanan dan saling menghormati pada setiap manusia maka akan terjalin
kebersamaan dan adanya kepedulian antar sesama manusia. Jadi sikap kepribadian
bangsa timur ang terkenal akan ke ramah tamahan nya harus di tiru agar
terbangun sikap positif di dalam kepribadian masing-masing individu.
Dari berbagai definisi,
dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan
mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai“kultur”dalambahasaIndonesia.
Definisi budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak
unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola
hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek
budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini
tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
D. PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw
Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
·
Herskovits memandang kebudayaan sebagai
sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang
kemudian disebut sebagai superorganic.
·
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan
serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan
lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat.
·
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
·
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
E. UNSUR-UNSUR
KEBUDAYAAN
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari
unsure-unsur besar ataupun kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan
yang bersifat sebagai kesatuan. Beberapa orang sarjana telah mencoba merumuskan usnur-unsur pokok
kebudayaan.
Melville
J. Herkovits mengajukan
pendapatnya tentang unsure kebudayaan. Dikatakannya bahwa hanya ada 4 unsur
dalam kebudayaan, yaitu:
a.
Alat-alat
teknologi
b.
System
ekonomi
c.
Keluarga
d.
Kekuatan
politik
Sedangkan Bronislaw Malinowski mangatakn bahwa
unsure-unsur tersebut terdiri dari
a.
System
norma
b.
Organisasi
ekonomi
c.
Alat-alat
atau lembaga ataupun petugas pendidikan
d.
Organisasi
kekuatan
C. Kluckhon di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories
of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal, yaitu:
a.
System
religi (kepercayaan)
b.
System
organisasi kemasyarakatan
c.
System
pengetahuan
d.
System
mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi
e.
System
teknologi dan peralatan
f.
Bahasa
g.
Kesenian
Cultural universal tersebut
dapat dijabarkan lagi kedalam unv=sur-unsur yang lebih kecil. Disebut
kegiatan-kegitana kebudayaan atau cultural activity. Contoh Cultural Universal
pencaharian hidup dan ekonomi, antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti:
·
Pertanian
·
Peternakan
·
System
produksi
·
System
distribusi
·
Dan
lain-lain
Cultural
activity dapat dibagi lagi menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagiyang
disebut trait-complex. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi
unsure-unsur irigasi, system pengolahan tanah dengan bajak, system hak milik
atas tanah, dan lain sebagainya. Selanjutnya trait-complex mengolah tanah
dengan bajak, akan dapat dipecah-pecah dalam unsure-unsur yang lebih kecil
lagi, misalnya hewan-hewan yang menarik bajak, teknik mengendalikan bajak, dan
seterusnya. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan terkecil yang membentuk trait,
adalah item contoh, alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat atau bagian yang
lebih kecil lagi yang dapat dilepaskan, akan tetapi hakekatnya adalah satu
kesatuan.
F. WUJUD
KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan dibagi menjadi
tiga wujud, yaitu:
1. Kompleks
gagasan, konsep, dan gagasan manusia
Wujud ini
disebut system budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat
kepada kepala-kepala manusia yang menganutnya atau dengan perkataan lain dalam
alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks
aktivitas
Berupa
aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, data diamati
atau diobservasi. Wujud ini sering disebut system social. System social ini
terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta
bergaul satu dengan lain dari detik ke detik, dari hari ke hari, dan dari tahun
ke tahun, selalu menurut pola-pola tertentu
yang berdasarkan adat tata kelakuan.
3. Wujud
sebagai benda
Aktivitas
manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan
sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Kebudayaan dalam bentuk
fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang
diam sampai pada benda yang bergerak.
Ketiga wujud
dari kebudayaan tadi, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisah satu
sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan member arah kepada
tindakan-tindakan karya manusia. Baik pikiran-pikiran dan ide-ide, maupun
tindakan dalam karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisiknya.
Sebaliknya, kebudayaan fisik membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang
makin lama makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamiahnya sehingga
mempengaruhi pula pola-pola perbuatannya, bahkan juga cara berpikirnya.
G. ORIENTASI
NILAI BUDAYA
Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variations in
Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia
mencangkup lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.
Hakekat
hidup
2.
Hakekat
karya
3.
Prinsip
manusia tentang waktu
4.
Pandangan
manusia terhadap alam
5.
Hakekat
hubungan antara manusia dengan sesamanya
Kerangka
Khuckhohn Mengenai Lima Masalah Dasar Hidup Yang Menentukan Orientasi Nilai
Budaya Manusia
|
Masalah dasar dalam hidup kita
|
Orientasi Nilai Budaya
|
||
|
Hakekat Hidup
(MH)
|
Hidup itu buruk
|
Hidup itu baik
|
Hidup itu buruk tapi manusia wajib berikhtiar supaya
hidup itu menjadi baik
|
|
Hakekat Karya
(MK)
|
Karya itu untuk nafkah hidup
|
Karya itu untuk kedudukan, kehormatan, dan
sebagainya
|
Karya itu untuk menambah karya
|
|
Persepsi manusia tentang waktu (MW)
|
Orientasi untuk ke masa depan
|
Orientasi ke masa lalu
|
Orientasi ke masa depan
|
|
Pandangan manusia terhadap alam (MA)
|
Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat
|
Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
|
Manusia berhasrat menguasai alam
|
|
Hakekat hubungan antara manusia dengan sesamanya
(MM)
|
Orientasi kolateral (horizontal), rasa
ketergantungan kepada sesamanya (berjiwa gotong royong)
|
Orientasi vertical, rasa ketergantungan, kepada
tokoh-tokoh atasan dan berpangkat
|
Individualism menilai tinggi usaha kekuatan sendiri
|
H. PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan
memiliki dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia
yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia
terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya.
Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh:
1.
Sebab-sebab
yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan
jumlah dan komposisi penduduk
2.
Sebab-sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang
hidupnya terbuka, yang beradfa di jalur-jalur hubungan dengan masyarakatdan
kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan ini
selain karna jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi
kebudayaan, penemuan-penemuan baru dan inovasi.
Perubahan social
adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat,
yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai
sikap-sikap dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok masyarakat.
Sedangkan
perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia
dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsure-unsur suatu kebudayaan asing
yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsure-unsur budaya asing tersebut
dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa
menyebabkan hilangnya kepribadian budaya itu sendiri
Proses
alkuturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya
suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan
antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan
perdagangan.pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsure-unsur
masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran.
1.
Pada
umumnya unsure-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah:
a.
Unsure
kebudayaan kebendaan seperti alat yang mudah sekali digunakan dan dirasa sangat
bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya alat tulis.
b.
Unsure-unsur
yang terbukti membawa manfaat besar, misalnya radio, computer, dll.
c.
Unsure-unsur
yang dengan mudah diterima oleh masyarakat, seperti mesin penggiling padi.
2.
Unsure-unsur
kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah :
a.
Unsure-unsur
yang menyangkut system kepercayaan seperti ideology, filsafat, dsb
b.
Usnur-unsur
yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi
3.
Pada
umunya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima
unsure-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya
generasitua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsure
baru. Hal itu disebabkan karna norma-norma yang tradisional sudah mendarah
daging dan menjiwai sehingga sukar sekali utnuk mengubah norma-norma yang sudah
demikian dalam jiwa generasi tua tersebut.
4.
Suatu
masyarakat yang terkena proses akulturasi , selalu ada kelompok-kelompok
individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diridengan
perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan masyarakat dianggap oleh
golongan tersebut sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat.
Berbagai factor mempengaruhi
diterima atau tidaknya suatu kebudayaan baru diantaranya:
1.
Terbatasnya
masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan denga
orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.
Jika
pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan
oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata
yang ada, maka penerimaan unsure baru itu mengalami hambatan dan harus di
sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku
3.
Corak
struktur social masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4.
Suatu
unsure kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsure-unsur kebudayaan
yang menjadi landasan diterimanya unsure kebudayaan yang baru tersebut.
5.
Apabila
unsure yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan
mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I. IKATAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan
kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayan, dan kebudayaan
merupakan objek yang dilakukan manusia. Namun hubungan antara manusia dan
kebudayaan tidaklah sesederhana itu.
Dari pandangan sosiologi manusia dan kebudayaan
dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun berbeda tetapi keduanya
merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan
itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari
kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu
sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang
dari kemauan manusia yang membuatnya.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat,
oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada
kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal
muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keduanya harus menyertakan
pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan lebih cermat.
Pengalaman Seputar Kuliner
Semarang memang
sebagai pusat kota di Ibukota Jawa Tengah, kawasan ini memang terkenal sebagai
salah satu tempat kuliner favorit bagi para pemburu makanan di Indonesia.
Beberapa makanan yang khas dan terkenal diantaranya adalah:
Lumpia Semarang
Kuliner khas peranakan China ini telah melekat kuat sebagai penganan khas Semarang. Ada 4 sentra utama penjaja lumpia. Yaitu di Gang Lombok, Jalan Pemuda, Jalan Mataram, Jagalan serta jalan Pandanaran Semarang. Masing-masing memiliki ciri khas walaupun pengelolanya masih punya ikatan keluarga. Lumpia Gang Lombok no 11 bisa jadi warung lumpia tertua. Kini sudah dikelola generasi ketiga. Warungnya terletak di dekat Klenteng Tay Kak Sie, sekitaran Pasar Johar Semarang dan tidak buka cabang.
Mereka menyediakan dua jenis lumpia, basah dan goreng. Kulit lumpia terasa lembut dengan isian yang padat. Paduan rebung muda, udang dan telor terasa pas dan tidak berbau, enak dinikmati bersama saus dan daun bawang segar. Satu lumpia dibandrol Rp 10 ribu. Tergolong mahal tapi juara soal rasa. Warung lumpia ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tapi pada musim liburan atau akhir pekan, tidak jarang warung tutup sekitar pukul 13.00 -14.00 WIB saking banyakanya peminat.
Untuk oleh-oleh, lumpia dikemas dalam besek bergaya 'jadul', berisi 10 lumpia. Untuk perjalanan luar kota, sebaiknya membawa lumpia basah yang nantinya bisa digoreng sendiri. Sebab lumpia basah tanpa pengawet ini bisa tahan 3 hari.
Pilihan jajan lain di sekitaran gang Lombok yang patut dicoba ialah Es Gang Lombok . Tampilannya cerah berkat sirup merah. Bahan utama es ini menggunakan manisan mangga, kelapa muda, dan cincau. Segar!
Tahu gimbal
Pedagang tahu gimbal di Semarang banyak terdapat di sekitaran Taman KB, depan SMA 1 Semarang, Jalan Menteri Supeno. Makan tahu gimbal di sini bisa sekalian 'ngadem' di taman. Pilihan lain ialah di sekitaran Masjid Baiturrahman, Simpang Lima Semarang. Namun sajian Tahu Gimbal yang terkenal ada di Plampitan. Buka siang hari dan tutup pukul 21.00 WIB. Hanya saja, warung ini bisa tutup cepat jika sudah habis. Harga rata-rata tahu gimbal yang ditawarkan Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu.
Racikan tahu gimbal terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, tauge, telur ceplok, rajangan kubis mentah dan gimbal. Gimbal sendiri berwujud bakwan udang. Biasanya si penjual tidak mengiris lontong, tahu, dan gimbal dengan pisau, melainkan mengguntingnya dengan gunting besi bergagang hitam. Kemudian, campuran bahan itu diguyur saus kacang petis udang. Nyam!
Tahu Pong
Tahu Pong enak dicamil, berwujud tahu goreng garing dan gurih, yang dalamnya kosong (kopong). Karena itu dinamai tahu pong. Di Semarang, penjual tahu pong terkenal ada di Jalan Gajah Mada, berseberangan dengan Gereja Bethel. Tempat ini mudah dicapai dari Simpang Lima, berjarak dua kali perempatan lampu merah.
Tahu Pong enak dimakan saat panas, dicocol petis udang yang encer, berteman acar dan ulegan kasar cabai hijau. Biasanya tahu pong disajikan dengan gimbal udang dan telur bulat yang digoreng. Kemudian dimakan dengan cocolan petis tersebut. Harga satu porsi berisi 6 tahu pong ialah Rp 6 ribu saja. Tapi jika ingin versi lengkap tahu pong, gimbal udang dan telor, siapkan Rp 12 ribu untuk seporsinya.
Lumpia Semarang
Kuliner khas peranakan China ini telah melekat kuat sebagai penganan khas Semarang. Ada 4 sentra utama penjaja lumpia. Yaitu di Gang Lombok, Jalan Pemuda, Jalan Mataram, Jagalan serta jalan Pandanaran Semarang. Masing-masing memiliki ciri khas walaupun pengelolanya masih punya ikatan keluarga. Lumpia Gang Lombok no 11 bisa jadi warung lumpia tertua. Kini sudah dikelola generasi ketiga. Warungnya terletak di dekat Klenteng Tay Kak Sie, sekitaran Pasar Johar Semarang dan tidak buka cabang.
Mereka menyediakan dua jenis lumpia, basah dan goreng. Kulit lumpia terasa lembut dengan isian yang padat. Paduan rebung muda, udang dan telor terasa pas dan tidak berbau, enak dinikmati bersama saus dan daun bawang segar. Satu lumpia dibandrol Rp 10 ribu. Tergolong mahal tapi juara soal rasa. Warung lumpia ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tapi pada musim liburan atau akhir pekan, tidak jarang warung tutup sekitar pukul 13.00 -14.00 WIB saking banyakanya peminat.
Untuk oleh-oleh, lumpia dikemas dalam besek bergaya 'jadul', berisi 10 lumpia. Untuk perjalanan luar kota, sebaiknya membawa lumpia basah yang nantinya bisa digoreng sendiri. Sebab lumpia basah tanpa pengawet ini bisa tahan 3 hari.
Pilihan jajan lain di sekitaran gang Lombok yang patut dicoba ialah Es Gang Lombok . Tampilannya cerah berkat sirup merah. Bahan utama es ini menggunakan manisan mangga, kelapa muda, dan cincau. Segar!
Tahu gimbal
Pedagang tahu gimbal di Semarang banyak terdapat di sekitaran Taman KB, depan SMA 1 Semarang, Jalan Menteri Supeno. Makan tahu gimbal di sini bisa sekalian 'ngadem' di taman. Pilihan lain ialah di sekitaran Masjid Baiturrahman, Simpang Lima Semarang. Namun sajian Tahu Gimbal yang terkenal ada di Plampitan. Buka siang hari dan tutup pukul 21.00 WIB. Hanya saja, warung ini bisa tutup cepat jika sudah habis. Harga rata-rata tahu gimbal yang ditawarkan Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu.
Racikan tahu gimbal terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, tauge, telur ceplok, rajangan kubis mentah dan gimbal. Gimbal sendiri berwujud bakwan udang. Biasanya si penjual tidak mengiris lontong, tahu, dan gimbal dengan pisau, melainkan mengguntingnya dengan gunting besi bergagang hitam. Kemudian, campuran bahan itu diguyur saus kacang petis udang. Nyam!
Tahu Pong
Tahu Pong enak dicamil, berwujud tahu goreng garing dan gurih, yang dalamnya kosong (kopong). Karena itu dinamai tahu pong. Di Semarang, penjual tahu pong terkenal ada di Jalan Gajah Mada, berseberangan dengan Gereja Bethel. Tempat ini mudah dicapai dari Simpang Lima, berjarak dua kali perempatan lampu merah.
Tahu Pong enak dimakan saat panas, dicocol petis udang yang encer, berteman acar dan ulegan kasar cabai hijau. Biasanya tahu pong disajikan dengan gimbal udang dan telur bulat yang digoreng. Kemudian dimakan dengan cocolan petis tersebut. Harga satu porsi berisi 6 tahu pong ialah Rp 6 ribu saja. Tapi jika ingin versi lengkap tahu pong, gimbal udang dan telor, siapkan Rp 12 ribu untuk seporsinya.
No comments:
Post a Comment