Monday, October 6, 2014

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A.    MANUSIA

Manusia dalam ilm eksakta terdiri dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari system fisik yang saling terkait sat sama lain dan merupakan kumpulan dari energy (ilmu fisika), manusia merupakan mahluk biologis yang termasuk dalam golongan mahluk mamalia (biologi).
Dalam ilmu social, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau memperhitungkan setiap kegiatan yang disebut homo econimicus (ilmu ekonomi), yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yg berbudaya atau homo humanus (filsafat) dan sebagainya.

B.     HAKEKAT MANUSIA
1.      Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwasebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat dirasa, diraba dan dilihat, wujudnya konkrit tapi tidak abadi. Jiwa berada di dalam tubuh, wujudnya tidak konkrit, tidak bisa di raba, tidak bisa dilihat, sifatnya abstrak namun abadi. Jika manusia meninggal rohnya akan kembali ke Tuhan dan tidak dapat hancur.

2.      Mahluk ciptaan yang paling sempurna
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu dan teknologi. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia dapt menciptakan seni. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia ada dua macam yauitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.
Perasaan inderawi adalah rangsana jasmani melalui pancaindera, tingkatnya rendah, ada pada manusia atau hewan. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada pada manusia, diantaranya:
a.       Perasaan intelektual
b.      Perasaan estetis
c.       Perasaan etis
d.      Perasaan diri
e.       Perasaan social
f.       Perasaan religious

3.      Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan lain-lain.

4.      Ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religious. Dengan kehidupan estetis manusia dapat menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian dan nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-betuk keputusan bebas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

C.    KEBUDAYAAN BANGSA TIMUR
Bangsa timur adalah suatu bangsa yg cukup menjunjung tinggi norma kesopanan, dengan adanya suatu nilai kesopanan dan saling menghormati pada setiap manusia maka akan terjalin kebersamaan dan adanya kepedulian antar sesama manusia. Jadi sikap kepribadian bangsa timur ang terkenal akan ke ramah tamahan nya harus di tiru agar terbangun sikap positif di dalam kepribadian masing-masing individu.

Dari berbagai definisi, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

            Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai“kultur”dalambahasaIndonesia.
Definisi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

·         Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
·         Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
·         Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
·         Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

E.     UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsure-unsur besar ataupun kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Beberapa orang sarjana telah  mencoba merumuskan usnur-unsur pokok kebudayaan.
Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsure kebudayaan. Dikatakannya bahwa hanya ada 4 unsur dalam kebudayaan, yaitu:
a.       Alat-alat teknologi
b.      System ekonomi
c.       Keluarga
d.      Kekuatan politik
Sedangkan Bronislaw Malinowski mangatakn bahwa unsure-unsur tersebut terdiri dari
a.       System norma
b.      Organisasi ekonomi
c.       Alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan
d.      Organisasi kekuatan
C. Kluckhon di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal, yaitu:
a.       System religi (kepercayaan)
b.      System organisasi kemasyarakatan
c.       System pengetahuan
d.      System mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi
e.       System teknologi dan peralatan
f.       Bahasa
g.      Kesenian
Cultural universal tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unv=sur-unsur yang lebih kecil. Disebut kegiatan-kegitana kebudayaan atau cultural activity. Contoh Cultural Universal pencaharian hidup dan ekonomi, antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti:
·         Pertanian
·         Peternakan
·         System produksi
·         System distribusi
·         Dan lain-lain
Cultural activity dapat dibagi lagi menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagiyang disebut trait-complex. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi, system pengolahan tanah dengan bajak, system hak milik atas tanah, dan lain sebagainya. Selanjutnya trait-complex mengolah tanah dengan bajak, akan dapat dipecah-pecah dalam unsure-unsur yang lebih kecil lagi, misalnya hewan-hewan yang menarik bajak, teknik mengendalikan bajak, dan seterusnya. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan terkecil yang membentuk trait, adalah item contoh, alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat atau bagian yang lebih kecil lagi yang dapat dilepaskan, akan tetapi hakekatnya adalah satu kesatuan.

F.     WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan dibagi menjadi tiga wujud, yaitu:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan gagasan manusia
Wujud ini disebut system budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat kepada kepala-kepala manusia yang menganutnya atau dengan perkataan lain dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2.      Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, data diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut system social. System social ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan lain dari detik ke detik, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu menurut pola-pola tertentu  yang berdasarkan adat tata kelakuan.

3.      Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.
Ketiga wujud dari kebudayaan tadi, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan member arah kepada tindakan-tindakan karya manusia. Baik pikiran-pikiran dan ide-ide, maupun tindakan dalam karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisiknya. Sebaliknya, kebudayaan fisik membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang makin lama makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamiahnya sehingga mempengaruhi pula pola-pola perbuatannya, bahkan juga cara berpikirnya.



G.    ORIENTASI NILAI BUDAYA
Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia mencangkup lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.      Hakekat hidup
2.      Hakekat karya
3.      Prinsip manusia tentang waktu
4.      Pandangan manusia terhadap alam
5.      Hakekat hubungan antara manusia dengan sesamanya
Kerangka Khuckhohn Mengenai Lima Masalah Dasar Hidup Yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia
Masalah dasar dalam hidup kita
Orientasi Nilai Budaya
Hakekat Hidup
(MH)
Hidup itu buruk
Hidup itu baik
Hidup itu buruk tapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik
Hakekat Karya
(MK)
Karya itu untuk nafkah hidup
Karya itu untuk kedudukan, kehormatan, dan sebagainya
Karya itu untuk menambah karya
Persepsi manusia tentang waktu (MW)
Orientasi untuk ke masa depan
Orientasi ke masa lalu
Orientasi ke masa depan
Pandangan manusia terhadap alam (MA)
Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat
Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
Manusia berhasrat menguasai alam
Hakekat hubungan antara manusia dengan sesamanya (MM)
Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya (berjiwa gotong royong)
Orientasi vertical, rasa ketergantungan, kepada tokoh-tokoh atasan dan berpangkat
Individualism menilai tinggi usaha kekuatan sendiri


H.    PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan memiliki dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh:
1.      Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk
2.      Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang beradfa di jalur-jalur hubungan dengan masyarakatdan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan ini selain karna jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru dan inovasi.
Perubahan social adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai sikap-sikap dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok masyarakat.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsure-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsure-unsur budaya asing tersebut dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya itu sendiri
Proses alkuturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan, mungkin dalam lapangan perdagangan.pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsure-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran.
1.      Pada umumnya unsure-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah:
a.       Unsure kebudayaan kebendaan seperti alat yang mudah sekali digunakan dan dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya alat tulis.
b.      Unsure-unsur yang terbukti membawa manfaat besar, misalnya radio, computer, dll.
c.       Unsure-unsur yang dengan mudah diterima oleh masyarakat, seperti mesin penggiling padi.
2.      Unsure-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah :
a.       Unsure-unsur yang menyangkut system kepercayaan seperti ideology, filsafat, dsb
b.      Usnur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi

3.      Pada umunya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsure-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasitua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsure baru. Hal itu disebabkan karna norma-norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar sekali utnuk mengubah norma-norma yang sudah demikian dalam jiwa generasi tua tersebut.

4.      Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi , selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diridengan perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan masyarakat dianggap oleh golongan tersebut sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat.

Berbagai factor mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu kebudayaan baru diantaranya:
1.      Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan denga orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.      Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsure baru itu mengalami hambatan dan harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku
3.      Corak struktur social masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4.      Suatu unsure kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsure-unsur kebudayaan yang menjadi landasan diterimanya unsure kebudayaan yang baru tersebut.
5.      Apabila unsure yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.



I.        IKATAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilakukan manusia. Namun hubungan antara manusia dan kebudayaan tidaklah sesederhana itu.
Dari pandangan sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan lebih cermat.



Pengalaman Seputar Kuliner
 Semarang memang sebagai pusat kota di Ibukota Jawa Tengah, kawasan ini memang terkenal sebagai salah satu tempat kuliner favorit bagi para pemburu makanan di Indonesia. Beberapa makanan yang khas dan terkenal diantaranya adalah: 

Lumpia Semarang

Kuliner khas peranakan China ini telah melekat kuat sebagai penganan khas Semarang. Ada 4 sentra utama penjaja lumpia. Yaitu di Gang Lombok, Jalan Pemuda, Jalan Mataram, Jagalan serta jalan Pandanaran Semarang. Masing-masing memiliki ciri khas walaupun pengelolanya masih punya ikatan keluarga. Lumpia Gang Lombok no 11 bisa jadi warung lumpia tertua. Kini sudah dikelola generasi ketiga. Warungnya terletak di dekat Klenteng Tay Kak Sie, sekitaran Pasar Johar Semarang dan tidak buka cabang. 

Mereka menyediakan dua jenis lumpia, basah dan goreng. Kulit lumpia terasa lembut dengan isian yang padat. Paduan rebung muda, udang dan telor terasa pas dan tidak berbau, enak dinikmati bersama saus dan daun bawang segar. Satu lumpia dibandrol Rp 10 ribu. Tergolong mahal tapi juara soal rasa. Warung lumpia ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tapi pada musim liburan atau akhir pekan, tidak jarang warung tutup  sekitar pukul 13.00 -14.00 WIB saking banyakanya peminat.

Untuk oleh-oleh, lumpia dikemas dalam besek bergaya 'jadul', berisi 10 lumpia. Untuk perjalanan luar kota, sebaiknya  membawa lumpia basah yang nantinya bisa digoreng sendiri. Sebab lumpia basah tanpa pengawet ini bisa tahan 3 hari.

Pilihan jajan lain di sekitaran gang Lombok yang patut dicoba ialah Es Gang Lombok . Tampilannya cerah berkat sirup merah. Bahan utama es ini menggunakan manisan mangga, kelapa muda, dan cincau. Segar!

Tahu gimbal

Pedagang tahu gimbal di Semarang banyak terdapat di sekitaran Taman KB, depan SMA 1 Semarang, Jalan Menteri Supeno. Makan tahu gimbal di sini bisa sekalian 'ngadem' di taman. Pilihan lain ialah di sekitaran Masjid Baiturrahman, Simpang Lima Semarang. Namun sajian Tahu Gimbal yang terkenal ada di Plampitan. Buka siang hari dan tutup pukul 21.00 WIB.  Hanya saja, warung ini bisa tutup cepat jika sudah habis. Harga rata-rata tahu gimbal yang ditawarkan Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu. 

Racikan tahu gimbal terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, tauge, telur ceplok, rajangan kubis mentah dan gimbal.  Gimbal sendiri berwujud bakwan udang. Biasanya si penjual tidak mengiris lontong, tahu, dan gimbal dengan pisau, melainkan mengguntingnya dengan gunting besi bergagang hitam. Kemudian, campuran bahan itu diguyur saus kacang petis udang. Nyam!
 
Tahu Pong

Tahu Pong enak dicamil, berwujud tahu goreng garing  dan gurih, yang dalamnya kosong (kopong). Karena itu dinamai tahu pong. Di Semarang, penjual tahu pong terkenal ada di Jalan Gajah Mada, berseberangan dengan Gereja Bethel. Tempat ini mudah dicapai dari Simpang Lima, berjarak dua kali perempatan lampu merah.

Tahu Pong enak dimakan saat panas, dicocol petis udang yang encer, berteman acar dan ulegan kasar cabai hijau. Biasanya tahu pong disajikan dengan gimbal udang dan telur bulat yang digoreng. Kemudian dimakan  dengan cocolan petis tersebut. Harga satu porsi berisi 6 tahu pong ialah Rp 6 ribu saja. Tapi jika ingin versi lengkap tahu pong, gimbal udang dan telor, siapkan Rp 12 ribu untuk seporsinya.

No comments:

Post a Comment